Kartini Telah Wafat, tapi Patriarki Masih Menjilat
Oleh: Sibghoo_ Berawal dari bentuk kegelisahan dan kejengkelan mengamati akhlak masyarakat Indonesia yang kian hari kian terkikis baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Terutama ketika membahas permasalahan mengenai perempuan, rasanya darah menculak melambung tinggi menuju puncak perbatasannya. Jika terus dipendam dan dipikirkan, seakan-akan seperti menimbun sampah dalam diri. Hal ini tentunya akan berakibat pada kesehatan jiwa, karena jiwa tidak bisa berlama-lama menampung energi negatif yang masuk. Untuk menghilangkan sampah jiwa, self-healing yang paling ampuh yakni dengan menulis. Kebetulan pada Rabu, 21 April 2021 bertepatan dengan peritangan Hari Kartini. Untuk turut memeriahkannya, penulis akan mengusung tema mengenai isu perempuan. Sebagaimana R.A. Kartini yang dahulu memperjuangkan hak emansipasi perempuan dengan kegigihan dan semangatnya, maka jangan sampai perjuangannya sia-sia karena mengakarnya budaya patriarki di bumi Indonesia saat ini. Meskipun R.A Kartini te...